Hujan Deras Usai Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Potensi Longsor di Kaltara

Bulungan, Kaltara50 Dilihat

TANJUNG SELOR – Masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) diminta meningkatkan kewaspadaan ketika hujan kembali turun setelah periode kering yang cukup panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan mengingatkan potensi longsor dan pergerakan tanah, terutama di wilayah lereng.

Kepala BMKG Tanjung Harapan, Abdul Haris Zulkarnaen, mengatakan hujan setelah kemarau panjang perlu diwaspadai karena kondisi tanah yang sebelumnya kering dapat meningkatkan kerawanan di sejumlah wilayah. Masyarakat diminta tidak berlebihan menyambut hujan tanpa memperhatikan potensi dampaknya.

“Ketika kita sudah sekian lama mengalami kondisi kering, saat hujan turun masyarakat jangan terlalu euforia. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi tetap harus waspada terhadap longsor dan pergerakan tanah,” kata Haris kepada Radar Kaltara, Minggu (13/9).

Menurutnya, wilayah lereng menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian. Hujan dengan intensitas tinggi juga berpotensi turun dalam durasi singkat sehingga masyarakat diminta memastikan saluran air di sekitar rumah dan lingkungan permukiman tidak tersumbat. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko genangan maupun aliran air yang tidak terkendali.

BMKG juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan untuk memperhatikan perubahan kondisi lingkungan saat hujan mengguyur. Apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah, masyarakat diminta segera meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah keselamatan. Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dinilai penting setelah periode kering panjang.*(isk/kdy)