282 Hotspot Terdeteksi di Kaltara, Dishut Ingatkan Warga Tak Boleh Lengah

Bulungan, Kaltara36 Dilihat

TANJUNG SELOR – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kalimantan Utara (Kaltara). Berdasarkan data Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, sebanyak 282 titik panas atau hotspot terdeteksi hingga 11 September 2026. Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan dan deteksi dini perlu terus diperkuat.

Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDE) Dishut Kaltara, Maryanto, mengatakan jumlah hotspot di Kaltara memang masih lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain. Namun, tingginya temuan hotspot pada Agustus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Dari sisi jumlah hotspot, kita memang rendah dibanding provinsi lain. Tapi kondisi yang cukup tinggi di Agustus tetap menjadi atensi kita. Tidak boleh lengah,” ujarnya.

Secara nasional, jumlah hotspot tercatat mencapai 34.404 titik, dengan Kaltara berada di urutan ke-19. Hotspot tersebut terpantau melalui satelit Terra Aqua, SNPP, dan NOAA20 NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi. Dari total 282 titik, sebanyak 184 hotspot terdeteksi pada Agustus dan 71 titik hingga 11 September 2026.

Maryanto menyebut luasan karhutla di Kaltara hingga awal September 2026 telah mencapai lebih dari 3.000 hektare. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan luasan karhutla pada 2025 yang tercatat 989,80 hektare dan 2024 sebesar 1.601,22 hektare. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dishut memperkuat patroli terpadu, pengecekan lapangan setiap koordinat hotspot, sinergi lintas lembaga, serta edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) kepada masyarakat dan pemegang izin konsesi hutan.*(isk/kdy)