HIPMI Kaltara Uji Kompetensi 24 Chef, Perkuat Standar Dapur Gizi SPPG

Kaltara, Tarakan50 Dilihat

Kaltarapos.id – Upaya menjaga kualitas dan keamanan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltara menggelar uji kompetensi chef bersertifikat melalui kegiatan Cook and Chef de Partie sebagai langkah awal standarisasi pengelolaan dapur gizi di daerah perbatasan.

Ketua HIPMI Kaltara, Ade Kurniawan, menegaskan dapur SPPG tidak bisa dikelola secara konvensional. Produksi makanan skala besar, katanya, harus ditangani chef yang memiliki sertifikat kompetensi dari lembaga resmi yang ditugaskan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Ini bukan sekadar formalitas, tapi tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Kaltara hingga kini belum memiliki lembaga sertifikasi chef secara mandiri. Karena itu, HIPMI mengambil peran menghadirkan uji kompetensi sebagai fondasi sistem dapur gizi yang profesional dan higienis.

Sebanyak 24 chef mengikuti uji kompetensi tersebut. Sekitar 90 persen peserta telah memiliki dapur operasional di Tarakan, Bulungan, Nunukan, dan Malinau.

Asesor uji kompetensi, Chef Bambang Murtianto, menjelaskan penilaian tidak hanya pada cita rasa, tetapi juga pengelolaan risiko keamanan pangan. Penilaian mencakup pemilihan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga penanganan pasca-masak.

“Masakan dalam jumlah besar harus melalui proses pendinginan yang benar agar tetap aman dan tidak terkontaminasi,” tegasnya.

Melalui sertifikasi ini, HIPMI Kaltara berharap dapur-dapur SPPG di daerah mampu menjamin mutu, kebersihan, dan keamanan pangan bagi masyarakat.(Ags)