Cegah Bullying di Kalangan Pelajar, Pemkab Tana Tidung Libatkan Sejumlah OPD

TIDENG PALE – Kasus bullying atau perundungan yang melibatkan pelajar menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT). Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat penanganan serius karena menyangkut anak-anak, khususnya pelajar tingkat SMP dan SMA.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSP3APMD) Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan data Bidang Perlindungan Anak (BPA) menunjukkan persoalan yang melibatkan anak dan pelajar cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, bullying menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pemkab KTT kini melakukan pemetaan dan mitigasi dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui bentuk kasus, tingkat persoalan, pihak yang terlibat hingga faktor penyebabnya. Hasilnya akan menjadi dasar bagi masing-masing OPD dalam menyusun langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan.

Langkah awal yang akan diperkuat adalah sosialisasi dan edukasi kepada pelajar. Pemkab juga membuka kemungkinan melibatkan Satpol PP serta unsur terkait lainnya, termasuk turun langsung ke sekolah melalui kegiatan apel untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan bullying.

Arief menegaskan pemerintah tidak perlu menunggu jumlah kasus menjadi besar untuk mengambil tindakan. Setiap kasus yang menyangkut anak harus mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kondisi yang terjadi. Hasil pemetaan lintas OPD selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan daerah sebagai bahan menentukan kebijakan penanganan bullying di KTT. Penguatan Bidang Perlindungan Anak yang sebelumnya masih berstatus seksi juga diharapkan membuat penanganan persoalan anak semakin optimal.*(isk/kdy)