Abrasi Berkurang, Breakwater Mulai Redam Gelombang di Pesisir Sebatik

Kaltara, Nunukan40 Dilihat

NUNUKAN – Pembangunan breakwater atau pemecah gelombang di sejumlah kawasan pesisir Pulau Sebatik mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberadaan infrastruktur tersebut dinilai mampu mengurangi hantaman gelombang yang sebelumnya langsung menerjang garis pantai.

Kepala Desa Padaidi, Abigurdi, mengatakan dampak pembangunan breakwater mulai dirasakan warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir. Menurutnya, pengamanan pantai membantu meredam gelombang sekaligus mengurangi ancaman abrasi terhadap kawasan permukiman.

banner 336x280

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tanjung Karang, Faizal. Ia menilai pengamanan pantai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat pesisir karena tidak hanya berkaitan dengan abrasi, tetapi juga keberlangsungan aktivitas nelayan dan ruang ekonomi masyarakat yang bergantung pada kawasan laut.

Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia juga membuat pembangunan pengamanan pantai memiliki arti strategis. Abrasi yang tidak ditangani berpotensi berdampak terhadap permukiman, fasilitas masyarakat, aktivitas ekonomi hingga ruang wilayah Indonesia di kawasan perbatasan.

Balai Wilayah Sungai Kalimantan V Tanjung Selor bersama Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) turut melakukan pemantauan dan evaluasi pekerjaan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan teknis dan target. PPK Sungai dan Pantai SNPT PJSA Kalimantan V Kaltara, Hengky Irawan Ahmad Yani, mengatakan pemeliharaan dan evaluasi berkala tetap diperlukan agar fungsi pengamanan pantai dapat berjalan optimal menghadapi perubahan kondisi pesisir.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *