Suara berisik dari balik kap mesin mobil — bunyi “kletek-kletek”, dengungan, atau “ngiiiing” — sering kali menjadi pertanda bahwa mesin tidak bekerja optimal.
Jika dibiarkan, masalah kecil bisa membesar menjadi kerusakan serius. Namun, menjaga mesin tetap senyap dan awet sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.
Menurut sumber yang merangkum tips dari Suzuki Indonesia, berikut lima rahasia perawatan fundamental yang dapat membantu menjaga kondisi mesin tetap halus dan awet:
1. Ganti Oli & Filter Oli Rutin
Oli mesin berfungsi sebagai pelumas utama yang mengurangi gesekan antar komponen bergerak. Jika oli sudah gelap, kental, atau telah melewati batas usia pakai, kemampuannya menahan gesekan berkurang drastis.
Oleh karena itu, mengganti oli dan filter oli sesuai rekomendasi pabrikan adalah langkah wajib agar mesin tetap bekerja halus dan minim suara. Disarankan untuk memeriksa level oli setiap dua minggu menggunakan dipstick, dan menggantinya ketika sudah mendekati jadwal servis.
2. Inspeksi Sabuk (Belt) secara Berkala
Sabuk (belt) seperti timing belt, alternator belt, dan serpentine belt memiliki peran vital dalam menggerakkan aksesori mesin seperti alternator, pompa air, atau kompresor AC.
Belt yang mulai aus, kendor, atau retak akan menyebabkan getaran dan bunyi tidak wajar. Pemeriksaan dan penggantian belt ini menjadi rahasia penting agar mesin tetap senyap.
3. Cek Kondisi Rantai / Timing Chain
Beberapa mobil menggunakan timing chain alih-alih belt. Kelebihan chain adalah lebih tahan lama, tetapi tetap perlu diperhatikan kondisi ketegangannya dan pelumasan.
Jika chain terlalu longgar atau pelumas tidak maksimal, suara berisik bisa timbul dan mempercepat keausan komponen.
4. Menjaga Sistem Pelumasan & Pendinginan
Lubrikasi yang baik dan sistem pendingin yang sehat sangat berkontribusi menjaga kerja mesin tetap hening. Pastikan sistem pendingin (radiator, selang, kipas) tidak bocor dan bekerja optimal, serta gunakan cairan pendingin (coolant) yang sesuai spesifikasi.
Perbedaan suhu ekstrem dapat menyebabkan logam mesin memuai/mengkerut dan menimbulkan bunyi.
5. Gunakan Bahan Bakar & Perawatan Tambahan yang Sesuai
Bahan bakar dengan oktan sesuai kebutuhan mesin dan aditif pembersih injektor dapat membantu menjaga operasi internal mesin tetap bersih dan efisien. Kotoran / sumbatan pada sistem bahan bakar dapat menyebabkan kerja mesin tidak normal sehingga muncullah suara-suara aneh.
Mengapa Perawatan Ini Penting
Mesin yang senyap bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga indikasi efisiensi kerja. Getaran dan suara berlebih bisa menandakan bahwa beberapa komponen bekerja lebih keras dari seharusnya — yang berarti gesekan, panas, dan kerusakan lebih cepat.
Dengan melakukan langkah-langkah preventif ini, pemilik mobil bisa menghindar dari biaya besar di bengkel.
Seorang pemilik mobil di Surabaya menyatakan, “Setelah saya rutin ganti oli dan mengecek belt tiap servis, suara ‘kletek’ itu tak pernah muncul lagi meskipun mobil sudah menempuh lebih dari 100 ribu km.”
Catatan pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa langkah sederhana konsisten bisa memberikan hasil nyata.
Perawatan teratur, perhatian terhadap komponen kecil seperti belt, serta pemilihan oli dan bahan bakar berkualitas, menjadi strategi ampuh bagi pemilik mobil agar mesin tetap senyap dan awet seperti mobil baru.













1 komentar