TANJUNG SELOR – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang memasuki Tahun Kuda Api, warga Tionghoa di Tanjung Selor menggelar kegiatan bersih-bersih kelenteng Toa Pek Kong Tanjung Selor sebagai bagian dari tradisi tahunan.
Kegiatan ini dilakukan sebagai simbol penyucian tempat ibadah sekaligus persiapan spiritual menyambut pergantian tahun.
Ketua Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa Bulungan, Satya Bahari atau yang akrab disapa Abay, mengatakan bahwa bersih-bersih kelenteng merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan setiap menjelang Imlek.
“Setiap tahun pasti ada bersih-bersih. Kita membersihkan, merapikan, sekaligus menghias kelenteng, termasuk patung dewa juga kita bersihkan,” ujarnya.
Menurut Abay, kegiatan tersebut telah dimulai sejak siang hari dan dilanjutkan pada sore hari pada 13-14 Februari dengan melibatkan warga secara gotong royong.
Seluruh area kelenteng dibersihkan agar siap digunakan untuk ibadah dan sembahyang.
Ia menjelaskan, perayaan Imlek tahun ini dilakukan secara lebih sederhana karena bersamaan dengan bulan suci Ramadan.
Oleh karena itu, kegiatan yang bersifat keramaian dibatasi sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.
“Yang utama itu ibadah. Untuk acara keramaian kita sesuaikan, supaya tidak mengganggu saudara-saudara kita yang menjalankan tarawih. Untuk karnaval kendaraan hias kita tiadakan tahun ini” jelasnya.
Warga Tionghoa melaksanakan sembahyang sambut tahun baru Imlek pada Februari 16, sejak pagi hingga sore hari. Imlek sendiri jatuh pada 17 Februari.
Pada hari Imlek, ibadah tetap dilaksanakan secara khidmat, terutama pada pagi hari.
“Perayaan tetap berjalan, tradisi tetap dijaga, tapi dengan cara yang sederhana dan saling menghormati. Itulah makna Imlek bagi kami,” pungkasnya.
Kegiatan bersih-bersih kelenteng ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus wujud pelestarian budaya Tionghoa yang terus dijaga oleh masyarakat di Tanjung Selor.(eno)
Warga Tionghoa Tanjung Selor Gelar Bersih-bersih Kelenteng Sambut Imlek Shio Kuda Api












