TANJUNG SELOR – Warga di belakang dealer Yamaha, Jalan Sengkawit, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa di dalam kamar kontrakannya, Rabu (1/7) sekitar pukul 16.00 Wita.
Korban diketahui berinisial VJO (50), warga Jalan Rajawali, Tanjung Selor. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh angkut di kawasan Pelabuhan Kayan.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, mengatakan penemuan mayat bermula saat seorang saksi berinisial AW datang ke kontrakan korban untuk mengantarkan alat bantu pernapasan yang dibutuhkan korban.
“Korban ditemukan di dalam kamar kontrakan dalam kondisi meninggal dunia. Saat itu saksi datang untuk mengantarkan alat bantu pernapasan yang dibutuhkan korban,” kata Hadi.
Sesampainya di lokasi, saksi mendapati pintu kontrakan dalam keadaan terkunci. Karena tidak mendapat respons dari dalam, saksi kemudian menghubungi keponakan korban, MM, untuk membantu membuka pintu.
Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala tertunduk ke depan hingga menyentuh lantai. Menyadari korban sudah tidak bernyawa, saksi bersama keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bulungan.
Menerima laporan itu, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengidentifikasi korban, serta mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Tanjung Selor.
Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, yakni dua unit telepon genggam, sebuah tas selempang hitam, dompet berwarna cokelat, dan satu bungkus obat resep dokter.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui tinggal seorang diri di kontrakan tersebut. Korban juga memiliki riwayat penyakit jantung dan sedang menjalani masa pemulihan.
“Dari keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui tinggal sendiri di kontrakan tersebut dan sedang dalam masa penyembuhan karena memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar Hadi.
Keluarga korban meyakini kematian VJO disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Mereka juga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan resmi.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal.
“Untuk penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. Situasi di lokasi saat ini aman, tertib, dan terkendali,” pungkas Hadi. (rtg/ant)












