TARAKAN – Operasi Ketupat Kayan 2026 di Kota Tarakan tak hanya mengatur kelancaran arus mudik dan pengamanan lalu lintas. Polisi juga membidik potensi penimbunan bahan pokok serta menyiapkan langkah antisipasi bencana menjelang Lebaran.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik mengatakan stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius. Menurut dia, lonjakan kebutuhan saat Lebaran kerap dimanfaatkan oknum untuk memainkan harga.
“Momentum Lebaran sering dimanfaatkan untuk menaikkan harga. Ini tidak boleh terjadi. Satgas Pangan akan melakukan pengawasan ketat bersama instansi terkait,” kata Erwin, Selasa (3/3).
Komoditas yang diawasi meliputi beras, minyak goreng, gula, dan daging. Kepolisian juga memantau distribusi BBM dan BBG agar tidak terjadi kelangkaan atau penimbunan.
Selain isu pangan, faktor cuaca menjadi perhatian. Tarakan sebagai wilayah pesisir dinilai rawan terdampak perubahan cuaca ekstrem. Aparat bersama pemerintah daerah telah memetakan titik rawan banjir dan genangan, menyiapkan jalur evakuasi serta lokasi pengungsian, hingga memastikan ketersediaan logistik darurat dan peralatan SAR.
“Kita harus siap dengan berbagai kemungkinan. Jangan sampai cuaca ekstrem menghambat ibadah dan mudik,” ujarnya.
Operasi tahun ini juga menekankan pendekatan humanis di tempat ibadah dan pusat keramaian. Polisi diminta mengedepankan pelayanan persuasif selama pengamanan berlangsung.
Erwin menegaskan, keberhasilan Operasi Ketupat Kayan tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari stabilitas harga dan rasa aman masyarakat selama Idulfitri. (zar/ant)






