Hadapi Isu LGBT, MUI Tarakan Tekankan Peran Orang Tua dan Pendidikan Agama

Kaltara, Tarakan13 Dilihat

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan menilai upaya pencegahan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif. Penguatan pendidikan karakter, nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun generasi muda.

Ketua MUI Kota Tarakan Abdul Samad mengatakan pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial sekaligus memperkuat pembinaan kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan organisasi kepemudaan harus terus diperkuat.

Ia menjelaskan pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pendidikan karakter di sekolah, penguatan nilai agama, edukasi pola pengasuhan kepada keluarga, layanan konseling bagi remaja, hingga pengawasan terhadap konten digital yang berdampak negatif bagi anak-anak.

Terkait wacana pembentukan peraturan daerah mengenai LGBT, Abdul Samad menyatakan MUI menghormati proses yang menjadi kewenangan pemerintah daerah bersama DPRD. Menurutnya, setiap kebijakan perlu dibahas secara matang, mengacu pada peraturan perundang-undangan, serta mengedepankan kepastian hukum dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak melalui komunikasi yang baik, penanaman nilai agama, pengawasan penggunaan gawai, serta keteladanan orang tua. Menurutnya, menjaga nilai-nilai agama harus dilakukan dengan cara yang sesuai hukum, mengedepankan hikmah, nasihat yang baik, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.*ISK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *