FPI Tarakan Bantah Aksi Konvoi Disertai Kekerasan, Sebut Berjalan Tertib

Kaltara, Tarakan27 Dilihat

TARAKAN – Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Tarakan menyatakan hanya ikut bergabung dalam aksi konvoi penolakan terhadap LGBT yang dilakukan sejumlah kelompok masyarakat beberapa waktu lalu. Organisasi tersebut menegaskan bukan sebagai penggagas aksi, melainkan memberikan dukungan terhadap aspirasi masyarakat yang mendorong percepatan pembahasan peraturan daerah (perda) terkait LGBT.

Ketua FPI Kota Tarakan, Ahmad Irwan, mengatakan pihaknya bergabung setelah mengetahui adanya ajakan aksi dari masyarakat. Menurutnya, konvoi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah agar segera menindaklanjuti pembahasan regulasi yang dinilai belum menunjukkan perkembangan.

Ia menegaskan sejak awal seluruh peserta diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun aksi kekerasan. Menurutnya, kegiatan hanya berupa konvoi membawa spanduk dan tulisan sebagai bentuk penolakan serta penyampaian pendapat secara damai.

Ahmad Irwan juga membantah anggapan bahwa aksi tersebut identik dengan tindakan main hakim sendiri. Ia menyebut pelaksanaan konvoi di Tarakan berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari kepolisian sehingga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung.

FPI Tarakan mengaku masih melakukan konsolidasi bersama sejumlah organisasi lainnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Salah satu agenda yang akan didorong ialah meminta Pemerintah Kota Tarakan dan DPRD Kota Tarakan lebih serius membahas regulasi terkait LGBT, dengan tetap mengedepankan mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum.*ISK