Buoy Alur Pelabuhan Tarakan Rusak, Diduga Ditabrak Tugboat

Kaltara, Tarakan63 Dilihat

TARAKAN – Pelampung suar atau buoy di Alur Masuk Pelabuhan Tarakan belum diperbaiki hingga 15 September 2026 setelah diduga ditabrak tugboat pada awal Juli lalu. Buoy yang merupakan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) itu mengalami kerusakan dan bergeser sekitar 1,4 kilometer dari posisi awal.

Kepala Seksi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran Distrik Navigasi Tipe A Kelas III Tarakan, Hendrikus, mengatakan pihaknya menerima laporan kerusakan dari nelayan pada 2 Juli 2026 sekitar pukul 18.13 Wita. Petugas kemudian mengecek lokasi dan menelusuri pergerakan kapal melalui sistem Vessel Traffic Service (VTS).

Dari rekaman VTS, TB LINTON 898 milik PT Cakrawala Nusa Bahari tercatat sebagai kapal yang berada paling dekat dengan buoy saat kejadian. Kapal tersebut juga mengalami penurunan kecepatan dari sekitar 4 knot menjadi 2 knot. Setelah mendapat data tersebut, perusahaan menyatakan bertanggung jawab atas kerusakan buoy.

Namun, hingga batas waktu 60 hari kalender, perbaikan belum terealisasi. Hendrikus mengatakan Distrik Navigasi Tarakan telah dua kali mengirimkan surat dan berkoordinasi dengan perusahaan serta KSOP. Karena kewenangan pemberian sanksi tidak berada di pihaknya, persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Mahkamah Pelayaran dan Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Buoy tersebut memiliki peran penting dalam keselamatan pelayaran, terutama sebagai penanda alur bagi kapal dan nelayan. Dengan kondisi buoy bergeser 1,4 kilometer, pengembalian ke posisi semula membutuhkan sarana khusus untuk menarik buoy dan memastikan sistem jangkarnya kembali berfungsi. Distrik Navigasi Tarakan selanjutnya akan menyerahkan kronologi dan data pendukung kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti.*(isk/kdy)