Asap Karhutla Makin Pekat, Kasus ISPA di Pantai Amal Tarakan Mulai Naik

Kaltara, Tarakan41 Dilihat

TARAKAN – Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pantai Amal mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan mencatat adanya peningkatan kasus gangguan pernapasan di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pneumonia.

Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, peningkatan kasus mulai terlihat sejak Jumat hingga Sabtu lalu. Dalam pemantauan tersebut, petugas awalnya mencatat satu kasus pneumonia dan lima kasus ISPA. Sehari kemudian, jumlahnya meningkat menjadi tiga kasus pneumonia dan delapan kasus ISPA.

Menurut Devi, perubahan tersebut menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kondisi udara yang memburuk akibat asap karhutla. Jika sebelumnya keluhan lebih banyak ditemukan pada balita, kini kasus ISPA juga mulai terlihat pada pasien dewasa yang datang ke poli umum Puskesmas Pantai Amal.

Dinkes Tarakan meminta Puskesmas Pantai Amal melakukan pemantauan dan identifikasi kasus setiap hari untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. Selain itu, upaya perlindungan juga diperkuat dengan pembagian masker kepada warga, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan saat asap masih menyelimuti kawasan Pantai Amal.

Dinkes mengingatkan masyarakat agar mengurangi paparan langsung terhadap asap karhutla. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan juga dianjurkan karena asap dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk hingga ISPA, serta menyebabkan iritasi pada mata.*(isk/kdy)