Jelang Lebaran, Satgas Pantau Harga Pangan di Sebatik Utara

Nunukan25 Dilihat

NUNUKAN — Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, pemerintah mulai memantau pergerakan harga dan pasokan bahan pangan di wilayah perbatasan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan.

Pemantauan dilakukan oleh Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan bersama sejumlah instansi terkait. Tim gabungan ini terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polres Nunukan, Dinas UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (DUMKMPP) Nunukan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Nunukan, Wiwin Indrayanti, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pangan menjelang Lebaran.

“Pemantauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi harga dan pasokan pangan di lapangan, khususnya di wilayah Sebatik Utara,” kata Wiwin, Kamis, 5 Maret.

Dari hasil pemantauan di Pasar Pancang, tim mendapati aktivitas pasar relatif sepi. Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

Wiwin menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut adalah penguatan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah. Kondisi ini berdampak langsung pada harga bahan pangan di wilayah perbatasan yang sebagian pasokannya berasal dari Malaysia.

“Situasi nilai tukar ini ikut memengaruhi harga barang di daerah perbatasan, termasuk di Sebatik,” ujarnya.

Beberapa komoditas yang terpantau mengalami kenaikan antara lain gula pasir yang kini dijual sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Sementara beras asal Malaysia dipasarkan dengan harga sekitar Rp123.000 hingga Rp125.000 per 10 kilogram.

Selain memantau harga, tim juga melakukan pengambilan sampel bahan pangan di sejumlah titik di pasar. Sampel tersebut kemudian diuji untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.

Hasilnya, dari pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi pencemaran bahan berbahaya.

“Berdasarkan hasil pengujian, sampel yang kami ambil menunjukkan hasil negatif atau tidak tercemar residu pestisida,” kata Wiwin.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memantau perkembangan harga pangan di wilayah perbatasan menjelang Lebaran guna memastikan pasokan tetap tersedia dan aman dikonsumsi masyarakat. (rtg/ant)