Kafilah Tarakan Tiba Pertama di Malinau, Tuan Rumah Siapkan Akomodasi MTQ Kaltara

Kaltara, Malinau37 Dilihat

MALINAU – Kafilah Kota Tarakan menjadi rombongan pertama yang tiba di Kabupaten Malinau menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Kedatangan peserta di Pelabuhan Speedboat Malinau, Minggu (28/6), menandai dimulainya proses kedatangan kafilah dari lima kabupaten dan kota yang dijadwalkan berlangsung sepanjang hari.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Malinau, Kamran Daik, mengatakan hingga siang hari baru kafilah Tarakan yang telah tiba. Rombongan tersebut menggunakan tiga armada speedboat, dengan dua di antaranya lebih dahulu bersandar di Pelabuhan Malinau.

Hari ini seluruh peserta memang mulai berdatangan. Yang sudah sampai di Malinau baru Kafilah Tarakan. Mereka datang menggunakan tiga armada speedboat, dan dua di antaranya sudah bersandar,” kata Kamran.

Panitia mencatat MTQ ke-X Kaltara diikuti sedikitnya 438 peserta dan ofisial. Kafilah Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau menjadi kontingen terbesar dengan masing-masing 102 orang, disusul Kabupaten Nunukan 87 orang, Kota Tarakan 81 orang, dan Kabupaten Tana Tidung 66 orang.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Malinau menyiapkan pemondokan, transportasi, serta layanan pendukung bagi peserta dan ofisial selama kegiatan berlangsung. Adapun biaya perjalanan menuju Malinau tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

Kami menyiapkan pemondokan dan transportasi selama pelaksanaan MTQ. Harapannya seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman,” ujar Kamran.

Kafilah Tarakan ditempatkan di dua lokasi penginapan, yakni River View dan Aco Borneo. Sementara itu, kafilah Malinau mulai menempati penginapan sejak pagi hari sebagai bagian dari pengaturan akomodasi.

Menurut Kamran, keterbatasan jumlah hotel di Malinau membuat panitia menerapkan skema prioritas bagi tamu dari luar daerah. Sejumlah tamu bahkan akan menginap di rumah keluarga untuk mengatasi tingginya kebutuhan tempat menginap selama MTQ berlangsung.

Kami memprioritaskan tamu dari luar daerah. Karena kapasitas hotel terbatas, sebagian tamu juga akan menginap di rumah keluarga,” katanya.

Panitia juga memastikan layanan transportasi bagi seluruh peserta tetap tersedia selama penyelenggaraan MTQ. Meski Kafilah Bulungan membawa kendaraan sendiri, panitia tetap memusatkan perhatian pada kebutuhan transportasi bagi kontingen Tarakan, Nunukan, dan Tana Tidung.

Dengan mulai berdatangannya para kafilah, suasana Malinau kian ramai menyambut pembukaan MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara. Ajang ini tidak hanya menjadi arena perlombaan seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah di Kalimantan Utara. (rtg/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *