Hari Kedua Pencarian, Bocah Tenggelam di Jelarai Ditemukan Tak Bernyawa

Bulungan, Kriminal19 Dilihat

TANJUNG SELOR – Pencarian seorang bocah yang tenggelam di perairan Jelarai, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, berakhir pada Rabu siang, 12 Agustus 2026. Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar pukul 12.15 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana, mengatakan korban ditemukan di koordinat 2°49’18.3″N 117°24’43.0″E. Lokasi penemuan berjarak sekitar 1,12 nautical mile dari lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi MD di Perairan Jelarai, Kabupaten Bulungan,” kata Dede kepada Radar Kaltara, Rabu (12/8).

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi menggunakan unsur SAR gabungan menuju Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.

Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai pada Selasa, 11 Agustus, sekitar pukul 16.30 WITA. Informasi mengenai kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tarakan melalui Unit Siaga SAR Bulungan sekitar pukul 18.40 WITA dari BPBD Provinsi Kalimantan Utara.

“Kami menerima informasi adanya satu orang tenggelam saat berenang di Sungai Desa Jelarai dan belum ditemukan,” ujar Dede.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian pada hari pertama. Petugas menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian dengan metode visual hingga malam hari. Namun, korban belum ditemukan.

Pencarian dihentikan sementara dan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi. Tim mulai bergerak sekitar pukul 06.30 WITA dengan memperluas penyisiran di sekitar perairan.

“Pencarian hari pertama hasilnya nihil dan operasi dilanjutkan pada pukul 06.30 WITA,” katanya.

Hari kedua pencarian melibatkan lebih banyak unsur. Unit Siaga SAR Bulungan bergabung dengan Pos AL Tanjung Selor, Polres Bulungan, Brimob Bulungan, Polairud Bulungan, BPBD Provinsi Kaltara, BPBD Bulungan, PMI Bulungan, keluarga korban, serta masyarakat.

Mereka menyisir perairan hingga akhirnya menemukan korban. Penemuan itu mengakhiri pencarian yang berlangsung sejak laporan kejadian diterima sehari sebelumnya.

“Seluruh unsur yang terlibat bersama-sama melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Dede.

Setelah korban dievakuasi, tim SAR gabungan melakukan debriefing sekitar pukul 12.45 WITA. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai dan diusulkan ditutup.

Seluruh personel dan unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

“Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkas Dede. (Ant/rtg)