TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan terus menjadi perhatian setelah jumlah titik kebakaran mencapai 25 lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat akumulasi luasan lahan yang terbakar hingga Minggu (23/8) mencapai sekitar 56 hektare.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, mengatakan titik kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, terutama Tarakan Timur dan Tarakan Utara. Di Tarakan Timur, kebakaran terpantau di kawasan Binalatung, Amal, dan Mamburungan. Sementara di Tarakan Utara, sejumlah titik ditemukan di Juata Permai dan wilayah lainnya.
Salah satu kawasan dengan luasan terdampak cukup besar berada di Juata Permai, yang tercatat mencapai sekitar 14 hektare. Meski berdasarkan pantauan satelit jumlah titik api mulai mengalami penurunan, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran berulang.
Menurut Yonsep, lahan yang pernah terbakar masih berpotensi kembali memunculkan api. Karena itu, proses pemadaman tidak hanya dilakukan di permukaan, tetapi juga disertai pengecekan hingga kondisi lokasi benar-benar dipastikan bebas dari titik api.
BPBD Tarakan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara luas dan tidak meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan. Upaya pencegahan tersebut dinilai penting untuk menekan potensi munculnya titik kebakaran baru di tengah kondisi cuaca yang masih kering.*(isk/kdy)
