Jelang Ramadan, Satgas Saber Sidak Pasar Induk Gusher Tarakan, Ini Hasilnya

Bisnis, Kaltara, Tarakan83 Dilihat

Kaltarapos.id – Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 melakukan pengawasan intensif di Pasar Induk Gusher, Kota Tarakan, Sabtu (7/2).

Pengawasan ini melibatkan lintas instansi, di antaranya Inspektorat Kota Tarakan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, DPMPTSP, DKUKMP, Satreskrim Polres Tarakan, Bulog, kontributor SP2KP, Enumerator Panel Harga, serta perwakilan Direktorat Pengendalian Stabilitas dan Keamanan Pangan Masyarakat (Dit PPSKMP) Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasat Reskrim AKP Ridho Pandu Abdillah menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga, kelancaran distribusi, serta keamanan pangan strategis agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

“Pengawasan dilakukan secara langsung terhadap pedagang eceran yang menjadi responden pemantauan harga SP2KP. Selain itu, kami juga melakukan pengambilan sampel pangan untuk diuji keamanannya,” ujar AKP Ridho.

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas pokok masih relatif stabil. Beras SPHP dijual Rp13.000 per kilogram, beras premium Rp17.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.700 per liter, dan telur ayam Rp36.100 per kilogram.

Sementara itu, bawang merah tercatat Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, daging sapi berkisar Rp150.000–Rp160.000 per kilogram, serta daging kerbau beku Rp90.000 per kilogram.

Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit tiung kampung tercatat Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai merah rawit berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.

Selain pemantauan harga, tim dari Bapanas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan juga melakukan pengujian keamanan pangan terhadap cabai merah keriting, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah. Hasil uji cepat menunjukkan seluruh sampel aman dan tidak mengandung residu pestisida berbahaya.

AKP Ridho menegaskan, pengawasan ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah lonjakan harga dan potensi permainan distribusi menjelang hari besar keagamaan.

“Kami memastikan distribusi pangan strategis berjalan lancar serta pedagang mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi. Ini penting agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga wajar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Satgas Saber juga memberikan edukasi kepada pedagang terkait tata cara penyimpanan bahan pangan yang baik agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga. Pedagang diimbau menata stok dengan benar guna mencegah kerusakan maupun kontaminasi.

Ke depan, Satgas Saber akan terus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait lainnya guna menjaga kestabilan stok, khususnya beras dan minyak goreng. Pengawasan harga, kualitas, dan keamanan pangan dipastikan akan dilakukan secara rutin sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen di Kota Tarakan.

“Pedagang memiliki peran penting dalam menjaga mutu pangan. Produk yang aman dan layak konsumsi adalah hak masyarakat,” pungkas AKP Ridho.(Adm)