Hujan Lebat Masih Mengintai Kaltara, BMKG Jelaskan Peran Gelombang Kelvin dan Siklon 92W

Kaltara, Tarakan56 Dilihat

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengungkap dua fenomena atmosfer yang terjadi bersamaan menjadi penyebab meningkatnya potensi hujan lebat di Kalimantan Utara dalam beberapa hari terakhir. Kedua fenomena tersebut adalah aktifnya gelombang Kelvin dan keberadaan bibit siklon tropis 92W di perairan timur Filipina.

Prakirawan BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra, menjelaskan gelombang Kelvin meningkatkan suplai uap air ke atmosfer sehingga kelembapan udara mencapai sekitar 90 persen pada lapisan 700 milibar. Kondisi tersebut membuat atmosfer lebih basah dan mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat.

Di sisi lain, bibit siklon tropis 92W membentuk pola belokan angin (shearline) yang menyebabkan massa udara berkumpul di sekitar Kalimantan Utara. Kombinasi kedua fenomena itu memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan lebat tersebar di sejumlah wilayah Kaltara, di antaranya Tarakan, Nunukan, Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan dalam beberapa hari berturut-turut. Sementara itu, kondisi gelombang laut di wilayah Kalimantan Utara masih relatif aman dengan tinggi gelombang di bawah 1,25 meter.

BMKG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan, pohon tumbang, sambaran petir, dan angin kencang. Warga juga diminta terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana sejak dini.*ISK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *