TANJUNG SELOR – Kondisi musim kemarau di Kalimantan Utara (Kaltara) berpotensi semakin kering. Pengaruh El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif menjadi faktor yang dapat mengurangi curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan kondisi atmosfer saat ini semakin mendukung cuaca kering. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer regional.
Menurutnya, kondisi kering diperkirakan masih mendominasi dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap dampak kemarau, terutama kekurangan air dan potensi munculnya titik api di wilayah rawan karhutla.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api atau hotspot.
Di tengah kondisi kemarau, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca karena hujan lokal dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kaltara. Aktivitas pelayaran juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi.*(isk/kdy)
