BNPP RI Pastikan Percepatan PLBN Long Midang, Dukung Perdagangan dan Pelayanan Perbatasan

Kaltara, Nunukan29 Dilihat

NUNUKAN – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus mendorong percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang di Kecamatan Krayan sebagai upaya memperkuat kehadiran negara sekaligus meningkatkan pelayanan, pengawasan, dan konektivitas di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan lokasi rencana pembangunan PLBN Long Midang yang dipimpin Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, didampingi Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara BNPP RI, Siti Metrianda Akuan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, aksesibilitas, ketersediaan material konstruksi, serta dukungan infrastruktur melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait.

Nurdin menjelaskan, aktivitas lintas batas di Long Midang terus meningkat dengan jumlah pelintas mencapai sekitar 1.000 hingga 3.000 orang setiap bulan serta pergerakan kendaraan rata-rata 20 unit per hari. Kondisi tersebut membuat pembangunan PLBN Long Midang semakin mendesak, terlebih Pos Kawalan Imigresen Ba’ Kelalan di Malaysia telah beroperasi dan konektivitas kawasan terus berkembang.

Menurutnya, PLBN Long Midang akan menjadi bagian dari Sistem Gerbang Negara Indonesia (SGNI) yang mengintegrasikan layanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, keamanan, pelayanan publik, logistik, perdagangan, hingga pengembangan kawasan perbatasan. Selain memperkuat kedaulatan negara, keberadaan PLBN juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi melalui distribusi komoditas unggulan Krayan, seperti beras Adan dan garam gunung.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan kunjungan BNPP RI menunjukkan keseriusan pemerintah pusat mempercepat pembangunan PLBN Long Midang. Menurutnya, pembangunan tersebut akan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan perbatasan sehingga tidak hanya menjadi gerbang negara, tetapi juga pusat pelayanan publik, konektivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan.*ISK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *