Krisis BBM Berulang di Nunukan, DPRD Desak Pemerintah Evaluasi Distribusi

Kaltara, Nunukan99 Dilihat

NUNUKAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Nunukan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama nelayan dan pembudidaya rumput laut yang membutuhkan BBM untuk bekerja.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, menilai kelangkaan BBM tidak hanya berkaitan dengan distribusi, tetapi juga menunjukkan lemahnya perencanaan dan antisipasi pemerintah daerah. Ia meminta persoalan tersebut tidak terus berulang.

“Krisis seperti ini tidak seharusnya terus berulang. Jika perencanaan kebutuhan dan koordinasi dengan Pertamina dilakukan secara serius,” ujar Andi, Rabu (5/8).

Menurutnya, nelayan dan pembudidaya rumput laut terpaksa membeli BBM dari pengecer dengan harga jauh lebih mahal, bahkan mencapai dua kali lipat. Kondisi tersebut membuat biaya operasional meningkat dan pendapatan masyarakat ikut tertekan.

Andi mendesak Pemkab Nunukan mengevaluasi sistem distribusi dan menghitung kembali kebutuhan BBM masyarakat. Ia juga meminta pemerintah memperjuangkan penambahan kuota kepada Pertamina agar pasokan BBM lebih terjamin dan kelangkaan tidak kembali terjadi.*(Isk/kdy)