TARAKAN – Kualitas udara di Kota Tarakan secara umum masih berada dalam kategori Sedang. Namun, kondisi berbeda terpantau di kawasan Pantai Amal yang masuk kategori Tidak Sehat akibat konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang tercatat melebihi baku mutu.
Kepala DLH Kota Tarakan, Andry Rawung mengatakan, hasil pemantauan dari Stasiun Pengukuran Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang berada di belakang Kantor DLH menunjukkan kualitas udara di sekitar pusat kota masih berada dalam kategori Sedang.
Namun, alat tersebut memiliki jangkauan pemantauan sekitar 2,5 kilometer sehingga data yang dihasilkan tidak dapat mewakili kondisi kualitas udara di seluruh wilayah Tarakan. Karena itu, DLH melakukan pengambilan sampel udara ambien di sejumlah lokasi, termasuk Pantai Amal.
Menurut Andry, kondisi udara di Pantai Amal masih dipengaruhi asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, aktivitas karhutla yang masih terjadi membuat kualitas udara di kawasan tersebut belum kembali normal.
DLH Tarakan terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara, terutama di wilayah yang terdampak asap. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, khususnya saat konsentrasi PM2.5 meningkat akibat karhutla.*(isk/kdy)
