TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyiapkan revitalisasi dua pelabuhan yang menjadi kewenangannya, yakni Pelabuhan Tengkayu I di Tarakan dan Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung di Nunukan. Perbaikan difokuskan pada fasilitas yang langsung digunakan masyarakat, mulai dari jalur pejalan kaki hingga ponton sandar.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Idham Chalid, mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan secara berkelanjutan.
Di Pelabuhan Tengkayu I, pemerintah akan membangun jalur pejalan kaki yang menghubungkan area parkir dengan terminal penumpang. Selain itu, ruang tunggu di area dermaga juga akan direhabilitasi agar lebih nyaman bagi pengguna jasa pelabuhan.
“Jalur pejalan kaki dari parkiran ke terminal akan dikerjakan, serta rehab bagian dermaga dengan membangun ruang tunggu,” kata Idham kepada Radar Tarakan.
Dishub juga berencana menambah jumlah troli angkut barang karena sebagian besar troli yang tersedia saat ini sudah mengalami kerusakan.
Sementara itu, di PLBL Liem Hie Djung, fokus pekerjaan diarahkan pada pemeliharaan ponton di sisi laut serta perbaikan area parkir di sisi darat. Menurut Idham, ponton yang digunakan saat ini sudah mengalami sejumlah kebocoran sehingga memerlukan penanganan segera.
“Untuk pontonnya sudah ada beberapa bagian yang bocor, sehingga tahun ini kami rencanakan dilakukan pemeliharaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ponton semestinya menjalani pemeliharaan rutin layaknya kapal yang setiap tahun harus menjalani docking. Namun, perawatan tersebut selama ini tidak pernah dilakukan sehingga kerusakan terus bertambah.
“Karena itu kami mengusulkan pergeseran anggaran agar pemeliharaan ponton bisa menjadi prioritas,” katanya.
Menurut Idham, langkah tersebut jauh lebih efisien dibandingkan mengganti ponton dengan unit baru. Harga satu ponton seperti yang digunakan di Dermaga III PLBL Liem Hie Djung diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar, sedangkan biaya pemeliharaan rutin setiap tahun hanya sekitar Rp160 juta.
Ia mengingatkan, apabila kerusakan tidak segera ditangani, kebocoran pada ponton berpotensi semakin parah dan berdampak pada aspek keamanan, kenyamanan, serta keselamatan penumpang.
Selain itu, Dishub juga akan memperbaiki kawasan parkir di sisi darat PLBL Liem Hie Djung. Perbaikan dinilai mendesak karena permukaan paving di area tersebut sudah bergelombang dan mengurangi kenyamanan pengguna pelabuhan. (ant









