Jalan Rusak Lumpuhkan Distribusi Beras Adan, Petani Krayan Selatan Kehilangan Penghasilan

Bisnis, Kaltara, Nunukan87 Dilihat

NUNUKAN — Kerusakan parah ruas jalan di Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, tak hanya memutus akses transportasi. Infrastruktur yang tak lagi layak dilalui itu juga menghentikan perputaran ekonomi masyarakat. Ribuan ton Beras Adan, komoditas unggulan daerah, kini menumpuk di sentra produksi karena tidak dapat didistribusikan ke pasar.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan hasil panen Beras Adan selama ini menjadi sumber utama penghasilan masyarakat. Uang dari penjualan beras digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga membiayai pendidikan anak-anak yang menempuh kuliah di luar daerah.

“Tahun ini produksi mencapai lebih dari 15 ribu ton. Namun sampai sekarang hasil panen belum bisa dipasarkan karena kondisi jalan rusak berat dan kendaraan tidak mampu melintas,” kata Oktavianus, Rabu, 8 Juli 2026.

Menurut dia, jalan yang dipenuhi kubangan lumpur membuat kendaraan pengangkut hasil panen tidak dapat menjangkau wilayah pertanian. Akibatnya, distribusi terhenti dan petani kehilangan akses untuk menjual hasil produksinya.

Terhambatnya distribusi itu berdampak langsung pada kondisi ekonomi warga. Banyak keluarga kehilangan sumber pemasukan sehingga terpaksa meminjam uang kepada kerabat yang tinggal di kota untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar biaya kuliah anak-anak mereka.

“Biasanya hasil panen dijual untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak. Sekarang masyarakat terpaksa berutang kepada keluarga di kota karena hasil pertanian tidak bisa keluar dari Krayan Selatan,” ujarnya.

Oktavianus menilai persoalan yang semula berupa kerusakan infrastruktur kini telah berkembang menjadi krisis ekonomi di tingkat lokal. Ketika akses distribusi terputus, aktivitas perdagangan ikut berhenti dan daya beli masyarakat melemah.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret memperbaiki ruas jalan di Krayan Selatan. Menurut dia, pemulihan infrastruktur menjadi syarat utama agar distribusi hasil pertanian kembali berjalan, roda perekonomian masyarakat pulih, dan sumber penghidupan warga dapat kembali normal.

“Dengan jalan yang bisa dilalui, hasil pertanian dapat dipasarkan kembali sehingga ekonomi masyarakat kembali bergerak,” kata Oktavianus. (rtg/ant)