Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali menanjak pada Kamis, 5 Maret 2026. Mengacu pada laman resmi Logam Mulia, harga emas naik Rp 4.000 menjadi Rp 3.049.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga masih bertengger di Rp 3.045.000 per gram.
Kenaikan ini memang tipis. Namun, di level harga yang sudah tinggi, setiap pergerakan kecil tetap berarti, terutama bagi investor yang menjadikan emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, emas Antam kini dibanderol Rp 1.574.500. Ukuran 5 gram dijual Rp 15.060.000, sedangkan 10 gram mencapai Rp 30.040.000. Pada ukuran menengah, 25 gram dipatok Rp 74.935.000 dan 50 gram Rp 149.705.000. Sementara itu, emas 100 gram dijual Rp 299.260.000.
Adapun untuk ukuran besar, 250 gram dihargai Rp 747.840.000, 500 gram Rp 1.495.400.000, dan 1.000 gram atau satu kilogram menyentuh Rp 2.989.600.000. Harga tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta Selatan, dan belum termasuk pajak.
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali (buyback) juga ikut terkerek. Antam menetapkan buyback di level Rp 2.819.000 per gram, naik Rp 25.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.794.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan buyback tetap menjadi ruang margin bagi perusahaan, sekaligus indikator likuiditas bagi investor.
Bagi pemilik emas lama, kenaikan harga ini terasa signifikan. Pada 26 November 2022, harga emas masih berada di kisaran Rp 936.000 per gram. Jika seseorang membeli 5 gram saat itu dengan nilai Rp 4.680.000, maka pada harga buyback hari ini emas tersebut bisa dilepas sekitar Rp 14.095.000—belum dipotong pajak. Keuntungan kotor yang terbentuk mencapai Rp 9.415.000, hampir tiga kali lipat modal awal.
Pergerakan harga emas domestik lazimnya mengikuti dinamika harga emas global serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Dalam situasi ekonomi yang sarat ketidakpastian, emas kembali menegaskan posisinya sebagai instrumen lindung nilai yang digemari—tenang, tapi terus berkilau. (rtg/ant)










