Inflasi Kaltara September 2026 Capai 2,56 Persen, Transportasi Jadi Pemicu Terbesar

Bulungan, Kaltara6 Dilihat

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 2,56 persen pada September 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,65 pada September 2025 menjadi 110,41 pada September 2026.

Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, mengatakan inflasi tahunan tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok dengan kenaikan indeks terbesar, masing-masing sebesar 5,86 persen dan 6,87 persen.

banner 336x280

Selain kedua kelompok tersebut, kenaikan harga juga terjadi pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,84 persen; pakaian dan alas kaki 0,62 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,92 persen; serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,45 persen.

Kelompok kesehatan tercatat naik 2,14 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,60 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,83 persen, pendidikan 0,49 persen, serta penyediaan makanan dan minuman sebesar 3,95 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, tarif angkutan udara, cabai rawit, nasi dengan lauk, beras, bensin, air kemasan, sepeda motor dan minyak goreng.

Sementara itu, sejumlah komoditas memberikan tekanan deflasi, di antaranya tomat, bawang merah, bayam, telur ayam ras, ikan bandeng, terong, udang basah, pembersih lantai dan baju kaos tanpa kerah. Berdasarkan andil terhadap inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang 0,59 poin persentase, transportasi 0,69 poin persentase, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 poin persentase.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *