NUNUKAN – Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Nunukan melakukan pengamatan dan verifikasi lapangan terhadap serangan ulat grayak pada tanaman padi di Kecamatan Krayan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan petani sekaligus menentukan langkah pengendalian yang tepat.
POPT Nunukan, Nur Haryani Rusminingsih, mengatakan hasil pengamatan menemukan ulat grayak pada tanaman padi dengan stadia larva mulai instar I hingga instar VI. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan hama masih berlangsung sehingga pemantauan dan pengendalian perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, tingkat kerusakan tanaman dapat dilihat dari kondisi daun. Kerusakan ringan ditandai gigitan atau lubang pada sebagian kecil daun, sedangkan kerusakan sedang ditandai permukaan daun yang semakin banyak dimakan hingga mulai mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pada tingkat parah, sebagian besar daun mengalami kerusakan berat atau habis dimakan sehingga tanaman tampak gundul dan pertumbuhannya terganggu secara nyata. Kondisi ini perlu segera mendapat perhatian agar serangan tidak berkembang dan meluas ke pertanaman lainnya.
Sebagai langkah awal pengendalian, bantuan pestisida organik telah diserahkan kepada petani untuk digunakan sesuai petunjuk dan rekomendasi petugas. POPT juga mengimbau petani menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mulai dari pengamatan rutin, deteksi dini, pemanfaatan musuh alami, sanitasi lahan hingga penggunaan pestisida secara tepat sasaran, dosis, waktu dan sesuai kondisi lingkungan.*(isk/kdy)






