Panen Melimpah Tak Selalu Untungkan Petani, Harga Rumput Laut Nunukan Menurun

Kaltara, Nunukan43 Dilihat

NUNUKAN – Produksi rumput laut yang melimpah belum sepenuhnya berdampak positif terhadap pendapatan petani di Kabupaten Nunukan. Pasalnya, harga komoditas tersebut di tingkat petani mengalami penurunan hingga Rp9 ribu per kilogram sejak akhir Agustus 2026.

Ketua Bidang Pemasaran Rumput Laut Perkumpulan Rumput Laut Nusantara (PRLN), Kamaruddin, mengatakan harga rumput laut sebelumnya berada di kisaran Rp29 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram. Harga tersebut bertahan sejak awal 2026 hingga akhir Agustus 2026.

banner 336x280

Namun, memasuki awal September, harga rumput laut di tingkat petani wilayah Mamolo turun menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Menurut Kamaruddin, penurunan harga tersebut terjadi secara bertahap, mulai dari Rp27 ribu, Rp25 ribu, hingga mencapai Rp20 ribu per kilogram.

“Produksi rumput laut saat ini sedang melimpah. Namun, terjadi penurunan harga. Sebelumnya sekitar Rp29 ribu sampai Rp32 ribu per kilogram, sekarang turun sekitar Rp9 ribu,” ujarnya.

Kamaruddin menyebut kualitas hasil panen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga. Rumput laut yang masih lembap hingga basah saat dikirim dinilai memiliki kualitas kurang baik. Karena itu, petani diimbau melakukan proses pengeringan hingga mencapai kadar 37–39 agar harga jual lebih baik. Hasil produksi rumput laut Nunukan sendiri masih didistribusikan ke sejumlah daerah, seperti Surabaya dan Makassar.*(isk/kdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *