TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara (Kaltara) semakin meluas. Berdasarkan data sementara Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, sekitar 2.400 hektare lahan terbakar hanya dalam kurun empat hari pada awal September 2026.
Kepala Dishut Kaltara Nur Laila mengatakan, tambahan luasan tersebut berada di wilayah Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Dari hasil inventarisasi pascakebakaran, sekitar 1.700 hektare berada di kawasan KIPI dan 700 hektare di wilayah perusahaan Lensamur.
Tambahan tersebut belum termasuk kebakaran di kawasan Mangkupadi dengan luasan sekitar 5 hektare. Dengan demikian, akumulasi karhutla sejak 1 Agustus hingga 4 September 2026 mencapai 2.639,99 hektare, terdiri dari 737,49 hektare hutan produksi, 2,50 hektare hutan lindung dan 1.900 hektare Areal Penggunaan Lain (APL).
Bulungan menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar. Dari total tersebut, sekitar 2.597,38 hektare berada di Bulungan, disusul Tarakan 31,86 hektare, Tana Tidung 6,25 hektare dan Malinau 4,50 hektare. Sementara itu, hingga periode pendataan tersebut tidak tercatat kebakaran di Kabupaten Nunukan.
Dishut Kaltara memastikan penanganan masih terus dilakukan karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam. Personel tetap berada di lapangan, termasuk melakukan pemadaman hingga dini hari di Mangkupadi. Kondisi tersebut terus dipantau untuk mencegah api meluas dan memastikan titik-titik kebakaran dapat segera ditangani.*(isk/kdy)






