Hujan Es Terjang Krayan, BMKG: Dipicu Kombinasi Faktor Atmosfer

Kaltara, Nunukan52 Dilihat

NUNUKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab fenomena hujan es yang disertai angin kencang di Kecamatan Krayan dan Krayan Barat, Kamis (16/7). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak, pohon tumbang, hingga atap tempat ibadah terlepas.

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan berdasarkan data Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring, curah hujan harian mencapai 72 milimeter atau masuk kategori hujan lebat dengan kecepatan angin maksimum 18 knot. Kondisi tersebut dipengaruhi suhu muka laut di perairan Kalimantan Utara yang berada pada kisaran 30–32 derajat Celsius dengan anomali positif yang meningkatkan proses konvektif.

Selain itu, BMKG mencatat adanya perlambatan angin (konvergensi), aktifnya Gelombang Kelvin, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang labil. Kombinasi faktor-faktor tersebut memicu terbentuknya awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, hujan es, petir, dan angin kencang.

BMKG menyimpulkan fenomena hujan es di Krayan dipicu oleh kombinasi faktor global, regional, dan lokal. Dampak cuaca ekstrem tersebut menyebabkan satu rumah tertimpa pohon tumbang, sejumlah atap rumah warga rusak, serta atap tempat ibadah terlepas akibat terpaan angin kencang.

BMKG mengingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Utara selama tujuh hari ke depan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya serta mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG.(ISK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *